Categories: Uncategorized

PEMBELAJARAN BERBASIS INDUSTRI DENGAN MENERAPKAN TEACHING FACTORY MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA DAN MENJADIKAN SARANA PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF.

Pembelajaran teaching factory adalah model pembelajaran di SMK berbasis produksi/jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri. Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), peningkatan tersebut menjadi semangat bagi para pengajar SMK dalam menerapkan program Merdeka Belajar – SMK Pusat Keunggulan dan Merdeka Belajar Vokasi. Dari 2019 hingga 2023, terdapat tren peningkatan BMW (bekerja, melanjutkan studi, dan wirausaha) cukup baik. Penerapan teaching factory di SMK juga meningkat, Ini sangat baik karena teaching factory merupakan level yang spesial yang mendukung link and match, Oleh Karena Itu SMK Muhammadiyah 1 Tangerang Menerapkan Pembelajaran Berbasis Industri Dengan Kurikulum Teaching Factory.

Kepala program Desain Komunikasi Visual Abdul Rosid menegaskan “Tujuan factory sendiri adalah agar siswa-siswa memahami pembelajaran atau kompetensi itu sesuai dengan program dunia industry

Teaching factory dijurusan Desain Komunikasi Visual  dilatarbelakangi agar Siswa-Siswi Desain Komunikasi Visual di SMK Muhammadiyah 1 Kota Tangerang bisa terbentuk budaya kerja yaitu dengan adanya teaching factory siswa-siswi juga belajar sambil mengetahui budaya kerja dalam pembelajaran di industry. “Dampak positifnya besar dengan adanya teaching factory mengadakan kelas industri jadi anak anak tidak hanya belajar semacam teori saja mereka juga belajar ternyata dibudaya kerja seperti ini… dan ternyata kompetensi yang kita kerjakan itu Ketika didunia kerja itu sepetii ini, dan nilai plusnya adalah SMK ini menjadi pusat perhatian dari beberapa sekolah sekolah di luaran atau  sekitaran kota Tangerang” ujar Abdul Rosid.

Sudah banyak yang dimiliki teaching factory contoh dengan adanya system budaya kerja, siswa-siswi dapat memahami budaya kerja dan siswa-siswi juga belajar menjadi enterpreneur/menjadi tempat bagi sekolah – sekolah lain untuk menjadi sebuah percontohan. Sementara itu Muhammad Davyan pun mengatakan “System dari menjaga teaching factory itu seperti piket lalu siswa siswi ditugaskan secara bergantian, kemudian mereka juga  harus ada rasa tanggung jawab itu sendiri tugas yang dilaksanakan”

Reporter & Editor : Tim Jurnalistik SMK Muhammadiyah 1 Tangerang

admin

Recent Posts

Dilirik perusahaan Jepang! Alumni SMK Muhammadiyah 1 Tangerang diterima di PT Mitsuba Indonesia

  (10/06/2025) SMK Muhammadiyah 1 Tangerang kembali membuktikan komitmennya dalam mendukung karier alumninya lewat kegiatan…

11 months ago

Gema dan Pesantren Ramadhan SMK Muhammadiyah 1 Tangerang: Ramadhan Sebagai Manifestasi Perbaikan Akhlak

(18/03/2025) Selasa, SMK Muhammadiyah 1 Tangerang menyelenggarakan kegiatan Gema Ramadhan dan Pesantren Ramadhan pada 18-20…

1 year ago

SELAMAT DAN SUKSES

Selamat kepada siswa-siswi SMK Muhammadiyah 1 Tangerang Telah meraih jaura perlombaan-perlombaan. Terus mengukir prestasi diri…

1 year ago

PRESTASI OMBN 2025 SEMARANG

SMK Muhammadiyah 1 Tangerang, Kembali merebut Prestasi Bertaraf Nasional Pada Event OMBN Semarang, Yang dimana…

1 year ago

Berselancar di Dunia Film, SMK Muhammadiyah 1 Tangerang Gandeng Rumah Creative

SMK Muhammadiyah 1 Tangerang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan khususnya pendidikan DKV (Desain…

1 year ago

“ Mengapa SMK Muhammadiyah 1 Cipondoh Layak Jadi Pilihan? Pendidikan, Keterampilan, dan Keislaman “

  Di antara sekian banyaknya pilihan SMK yang ada di Tangerang, pernahkah kamu mendengar cerita…

1 year ago